PEMBUATAN SERBUK RUMPUT LAUT pondokindah.top

viagra prodej

viagra cena lekaren
Pembuatan Serbuk Rumput Laut (menggunakan prinsip kristalisasi) dengan tahapan:
1) Pencucian dan penghalusan.
Rumput laut bersih kemudian direndam hingga mengembang. Setelah mengembang rumput laut tadi dihaluskan dengan menggunakan blender hingga menjadi bubur;

2) Pemasakan/kristalisasi.
Pemasakan merupakan proses terakhir dari pembuatan serbuk instan rumput laut. Pemasakan atau kristalisasi disini merupakan proses pemberian panas pada bahan (sari rumput laut dan sari penambah rasa) sampai terbentuk kristal. Api yang digunakan adalah api kecil (suhu dibawah 100oC) dan dengan pengadukan terus-menerus. Pengadukan ini dimaksudkan agar rumput laut bercampur merata dengan essens dan untuk menghindari terjadinya karamelisasi. Pemakaian panas yang tinggi akan berpengaruh pada kualitas produk, menyebabkan karamelisasi dan hilangnya beberapa kandungan zat dalam rumput laut. Bentuk kristal yang telah didapat kemudian dihancurkan untuk kemudian disaring, sehingga mendapatkan serbuk instant rumput laut yang halus dan seragam;

3) Pengeringan dan Pengayaan.
Serbuk yang telah dihancurkan, kemudian dikeringkan dan diayak hingga diperoleh rumput laut instan yang benar-benar lembut. Untuk serbuk yang belum lolos ayakan, dapat dihancurkan lagi. Rumput laut instan hasil pengayaan tersebut kemudian segera dikemas dalam kantong plastik ataupun toples; dan

4) Tahap Formulasi Minuman Instan Serbuk Rumput Laut.
Pada tahap ini dilakukan formulasi minuman. Formulasi didasarkan pada hasil percobaan terhadap karakteristik mutu organoleptik dari minuman instan. Pada tahap ini, produk akhir hasil formulasi minuman adalah bentuk serbuk dengan perbandingan gula sesuai dengan perlakuan dalam penelitian ini. Analisis yang dilakukan meliputi: analisis kimia (kadar air, kadar abu, kadar karbohidrat dan kadar serat kasar).

sertraline alcohol blackout

sertraline side effects
Bagaimana manusia bisa berlebihan makan karbo/gula? Mari kita lihat prosesnya.
Simpanan tenaga manusia kita ibaratkan tangki bahan bakar, ada tangki karbo yang kecil (hanya sekitar 2000 kalori paling penuh) dan ada tangki lemak yang besarnya bisa puluhan ribu kalori. 

Selanjutnya, jika kita makan makanan yang tinggi karbohidratnya maka setelah dicerna,  semua karbohidrat itu akan menjadi gula di darah. 
Glukosa hasil dari makan karbohidrat bisa berpuluh kali lipat banyaknya daripada gula di darah yang hanya sesendok dua sendok saja dalam 5-6 liter darah. 
Kenaikan gula darah ini berbahaya (ingat saja diabetes), maka tubuh mengerahkan hormon insulin untuk menurunkannya. 
Insulin mengarahkan karbohidrat yang sudah menjadi glukosa ini ke tangki penampungan yang disebut glikogen di otot dan liver. 
Pada tangki glikogen yang di liver hanya muat 100 gram saja, sisa gulanya dikonversi menjadi lemak jenuh alias trigliserida dan diarahkan ke tangki penyimpanan lemak di badan. 

Setelah insulin beraksi, gula darah akan turun bahkan cenderung rendah. Hal ini bikin orang jadi lemas dan ingin kembali makan atau ngemil yang manis-manis.
Insulin menyalurkan gula-gula hasil dari pencernaan karbohidrat ini ke sel-sel tubuh Sepeti otak dan otot untuk segera dibakar atau disimpan.  
Parahnya, selama kadar insulin masih tinggi di tubuh, lemak-lemak yang ada tidak akan digunakan. 
Pembakaran lemak berhenti dan oksidasi lemak jadi terganggu. 
Lemaknya disimpan saja, terpendam dan tertimbun semakin banyak. 

Kalau masih sehat, glukosa sebagai hasil makan karbohidrat akan dibakar di otak dan otot serta disimpan dalam bentuk glikogen di otot. 
Tapi bagi mereka yang sudah berlebihan makan karbo/gula setiap hari selama bertahun-tahun, metabolismenya pasti sudah terganggu. 
Gangguan metabolisme ini membuat gula diarahkan hormon insulin ke liver atau hati dan karena tangki glikogen punya kecil disini (hanya sebagai buffer yang menjaga kadar gula darah), maka terjadilah proses lipogenesis. 
Lipogenesis adalah pembuatan lemak jenuh atau trigliserida dari glukosa. 
Lalu lemak jenuh ini dipacking dengan transpor kolesterol VLDL ke peredaran darah. 
Ujung dari metabolisme yang mulai tidak optimal ini adalah masalah di peredaran darah atau jantung, kelebihan berat badan sampai obesitas, dan diabetes tipe 2. 
Kalau terus makan karbohidrat tinggi padahal hormon insulinnya sudah bermasalah (hiperinsulinemia dan resisten) maka tangki lemak akan semakin membesar, badan menjadi gemuk atau masih kurus tapi lemak darah tinggi dan fatty liver. 
Beresiko obesitas, diabetes, dan serangan jantung. 



Wikipedia SiteWide Iklan Baris
wisata abeliva furniture